Welcome Guest!
Friday, 20 Oct 2017, 23:16
Main | Registration | Login | RSS
[ New messages · Members · Forum rules · Search · RSS ]
Page 1 of 11
Forum » Permukiman » Sarana dan Prasarana » meredesain infrastruktur
meredesain infrastruktur
elninoDate: Monday, 15 Aug 2011, 19:55 | Message # 1
Private
Group: Users
Messages: 1
Reputation: 0
Status: Offline
pak pindu, infrastruktur itu kan penting pak ya.. tp selama ini pembangunan infrastruktur di negara kita jarang bahkan tdk pernah melibatkan arsitek... tp d negara lain sperti contoh d korea ada sungai yg brnama cheong gye cheon bs trlihat indah dan dpt dinikmati msyrakat sbg tmpat rkreasi publik.. nah, sy ingin tanya pak,,,di kota malang ini daerah yg kr2 pantas untuk redesain (diubah biar lbh arsitektural) itu daerah mana ya pak??? selain sungai mgkin pak??? bekas rel KA ato lori??? happy
 
pindoDate: Monday, 15 Aug 2011, 21:53 | Message # 2
Private
Group: Administrators
Messages: 3
Reputation: 0
Status: Offline
Ada baiknya kita melihat sejarah sungai tersebut..ini saya ambil dari Wikipedia:

Kali Cheonggye atau Cheonggyecheon (청계천) adalah sebuah aliran kali yang terletak di pusat kota Seoul, Korea Selatan.Kali ini merupakan bagian penting dari sejarah kota Seoul. Pada tahun 1950-an, kali ini melambangkan kemiskinan yang dialami masyarakat Seoul dan pada dekade berikutnya (1960-an-1970-an) menjadi saksi keberhasilan industrialisasi dan modernisasi Korea Selatan.Proyek merehabilitasi kembali Kali Cheonggye dimulai dari tahun 2003 sampai tahun 2005 oleh mantan walikota yang kini adalah presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak. Sebelumnya, kali ini ditutupi oleh jalan tol, namun dengan proyek tersebut, aliran airnya dikembalikan seperti sedia kala. Saat ini Kali Cheonggye merupakan salah satu lokasi wisata populer di Seoul, dengan 22 buah jembatan yang melintasinya.

Menurut pendapat saya ada beberapa faktor yang menyebabkan Indonesia yang memiliki potensi yang bagus dengan sungai, kanal, dan jalur tream yang jaman dahulu berfungsi dengan baik tidak seperti sekarang ini: (saya berbicara tidak memandang dari sudut mata arsitek sebagai pelaku pembangunan saja tetapi bayak aktor yang terlibat dalam pembangunan sebuah kota)
1. Indonesia tidak mempunyak grand dessign yang terintegrasi dari tiap pimpinan pemerintahan dari dahulu sampai sekarang. Hal ini antara lain disebabkan oleh beberapa hal antara lain ekonomi indonesia pada saat itu sampai dengan sekarang belum mempunyai arah yang jelas dalam menentukan belanja negara salah satunya adalah di sektor riil. Keputusan dalam menetukan prioritas pembangunan tidak berkesinmabungan dari pemerintah terdahulu sampai dengan sekarang. Faktor politik dijadikan alat untuk merubah arah haluan negara Indonesia dengan kepentingan sekolompk orang, hal ini terbukti dengan bantuan yang diberikan dari negara lain mengakibatkan arah kebijakan pembangunan Indonesia berubah pula, maklum kita masih terbelit dengan hutanf, entah sampai kapan, dan memang setiap bantuan pasti dibarengi oleh pesan2 dari para donaturnya.
2. Peran para ahli pembangunan tidak hanya arsitek sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, bahkan tidak menutup kemungkina semua itu hanya sampai pada tahap konsep belaka. Sebenarnya banyak sekali ide dari para perancang kota yang disumbangkan kepada pemerintah, tetapi hanya terserap sekian persen saja.
3. Pendidikan di Indonesia kecenderungan sekarang hanya mengarah pada model "instan" siap bekerja tetapi tidak siap berpikir, maksudnya untuk menghadirkan gagasan2 baru. Mungkin yang mereka bayangkan percuma saja hanya pada sebuah kertas atau perogram tetapi sulit untuk direalisasikan, apalagi jika menjangkau pada skala kota atau nasional.
4. Pertumbuhan penduduk kota yang tidak terbendung tidak diimbangi dengan pembelajaran dan pemahaman publik akan kesadararan terhadap lingkungan. Beberapa model pembangunan yang bertumpu pada masyarakat telah dicoba, tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan, sebagai contoh Pembangunan di sepanjang pinggir sungai yang sebagian besar adalah kaum marjinal dengan program2 pembangunan yang bagus oleh pemerintah tidak dijaga keberlanjutannya. Hal ini disebabkan dari sisi pemerintah kota/daerah itu sendiri juga masyarakat yang menerimabantuan program pembangunan itu sendiri. Dary sisi masyarakat, mereka merasa hanya sekedar bantuan dan jika bantuan itu brhenti ya sudah ..mereka hanya berupaya semampu mereka...maklum karena untuk makan saja sulit apalagi menjaga kampung tetap bersih...apalagi sungai...
5. Budaya akan menjaga lingkungan bagi masyarakat kota bahkan desa sangatlah kurang, sungai atau kanal tidak diaanggap sebagai saluran infrasturktur kota yang menjaga pola drainase lingkungan, tetapi dianggap sebagai tong sampah berjalan..klau sampah kecil mudah hanyut...maka enggak apa2 lah dibuang ke sungai...nah mereka tidak sadar kalau setiap kepala memikirkan hal yang sama maka suatu yang sedikit akan menumpuk.
6. Perhatian atas konservasi bangunan atau prasarana tidak dilanjutkan dan dipertahankan serta ditingkatkan, tetapi membuat sesuatu yang baru dengan meninggal yang lama, salah satu contoh adalah trem...kota2 di Indonesia sama dengan negara Belanda yairu memiliki transportasi kereta di dalam kota sebagai alternatif Mass Rapid Transport (MRT).j..jika itu tetap dijaga dengan mengintegrasikan dengan pola pembangunan jalan yang baru alangkah baiknya. Kota2 besar di dunia masih tetap mempertahankannya seperti San Fransico, Amterdam, dan beberapa kota2 besar lainnya, tetapi kenapa di Indonesia malah dihilangkan?
7. Faktor Budaya Indonesia memang berbeda dengan kota2 lain. Menurut saya perilaku budaya mengkota negara kita hampir sama dengan India, Bangladesh, Pakistan, dan beberapa negara sejenis, yang pada intinya kalau kita melihat saja maka yang muncul dibenak kita adalah kesemrawutan dan kekumuhan.

Demikian semoga menjawab....

Bandingkan kondisi sungai di korea itu dengan di Indonesia di foto ini
Attachments: 5157955.jpg(51Kb) · 4357906.jpg(343Kb) · 0474283.jpg(60Kb) · 7672059.jpg(167Kb) · 9654149.jpg(54Kb)
 
Forum » Permukiman » Sarana dan Prasarana » meredesain infrastruktur
Page 1 of 11
Search: