Welcome Guest!
Friday, 24 Nov 2017, 04:55
Main | Registration | Login | RSS
Translate to

Menu Site

Categories

Polling

Rate my site
Total of answers: 20

Statistic


Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Login form

Housing and Settlements

Keberadaan Ilmu Permukiman dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah permasalahan pemahaman yang kurang utuh, permasalahan tersebut adalah: 1) Ruang lingkup Permukiman dalam beberapa aspek bersinggungan dengan disiplin ilmu planologi, perencanaan wilayah kota, sipil, dan lingkungan; 2) Dilihat dalam satu disiplin arsitektur, jika kurang bisa membatasi penjelasan substansi permukiman maka akan sering terjadi tumpang tindih dengan arsitektur kota, perancangan kawasan, dan perencanaan tapak; 3) Permukiman terasa sangat luas dan cenderung mengangkat permasalahan sosial dan peraturan-peraturan pemerintah pusat dan lokal; 4)Kurang memberi tempat pada perencanaan lingkungan permukiman secara utuh sampai dengan sarana dan prasarana lingkungan permukiman dibangun

Manusia sebagai makhluk pribadi mempunyai kebutuhan yang berbeda. Perbedaan kebutuhan dipengaruhi karakteristik manusia dan akan terus mengalami perubahan mengikuti perubahan karakteristik manusia yang terbentuk oleh beberapa faktor antara lain umur, pendidikan, tingkat penghasilan, agama, jenis kelamin dan sebagainya. Rumah sebagai kebutuhan dasar manusia memiliki pengelompokan kebutuhan manusia yang digolongkan berdasarkan hierarchy of need oleh Abraham Maslow dapat digolongkan dalam beberapa tingkatan, yaitu:


  1. Kebutuhan faal (physiological need), rumah merupakan tempat untuk benistirahat dan kebutuhan dasar kesehatan bagi manusia.
  2. Kebutuhan akan keselamatan diri (safety or security need), rumah memberikan perlindungan pada penghuni dan gangguan manusia dan keadaan lingkungan yang tidak diinginkan seperti hujan, sinar matahani, dingin, dan lain-lain.
  3. Kebutuhan bersosialisasi (social need), rumah sebagai tempat untuk berinteraksi dengan keluarga dan teman.
  4. Kebutuhan akan penghargaan dan penghormatan diri (self esteem or ego need), rumah memberikan status bagi penghuninya.
  5. Kebutuhan akan perwujudan diri (self-actualisation needs), rumah bukan hanya sebagai tempat untuk tinggal, tetapi menjadi tempat manusia mengaktualisasikan dirinya.
  6. Kebutuhan akan ilmu dan keindahan (cognitive and aesthetic needs), suatu keinginan untuk menerapkan pengetahuan dan memperindah rumahnya.

Dengan demikian, kebutuhan akan rumah (hunian) dipengaruhi oleh faktor gaya hidup penghuni sesuai dengan standar hidupnya untuk memenuhi tujuan dan nilai dari kebutuhannya yang diwujudkan dalam persepsi dan perilaku terhadap rumah. Sedangkan standar hidup tersebut tergantung dari tingkat pendidikan, tahap kehidupan, status sosio-ekonomi, okupasi dan kondisi sosio-kultural masyarakatnya.